Sabtu, 14 Mei 2011

85 Mahasiswa Unpad Diduga Terjerat NII


Bendera Negara Islam Indonesia  

Sudah jadi rahasia umum, bahwa mahasiswa adalah target empuk Negara Islam Indonesia (NII). Tak hanya di Malang, Jawa Timur, kelompok ini diduga menggurita di banyak universitas, baik negeri maupun swasta.

Salah satunya di Jawa Barat, NII diyakini telah menyusup di Universitas Padjadjaran. Elni Napisah, dari Departemen Akidah Crisis Centre, Forum Komunikasi Dakwah Islam Fakultas atau (FKDF) Unpad mengaku, pihaknya telah mendata mahasiswa yang diduga terjerat NII. "Data terakhir yang kami miliki, ada 85 mahasiswa terjaring NII," kata dia.

Dijelaskan Elni, mahasiswa yang terjerat berasal dari 20 fakultas di Unpad, di Jatinangor, Sumedang dan di Bandung. "Di Bandung marak perekrutan ini, Unpad menjadi salah satu universitas target," tambah dia.

Mahasiswa Fakultas MIPA ini mengungkapkan, berdasarkan hasil investigasi, kelompok NII mengincar mahasiswa baru. "Kalau sekarang angkatan 2010, biasanya mahasiswa baru itu bersemangat mencari Islam yang lebih dalam," tambah dia.

Celah inilah yang dimanfaatkan NII. Mereka mengajak mahasiswa baru berdiskusi, tentang pergerakan Islam dan topik-topik lain. "Tapi yang disampaikan ayat-ayat itu saja," kata dia. Setelah korban berhasil digaet, akan terus dibaiat. "Baiatnya di Bandung, di sana mereka langsung bertemu Imam. Setelah itu akan dilakukan semacam kajian tertutup di kos." Selain mahasiswa anyar, NII mengutamakan perekrutan mahasiswa yang satu daerah dengan anggota NII senior.

Berbagai iuran akan diberlakukan pada anggota yang telah dibaiat. "Setahu saya ada infak khusus, kalau tidak salah 2/3 pendapatan tiap bulan, notabene dari kiriman orang tua," kata dia.

Elni mengaku, pihaknya menerima pengaduan dari korban NII. Mahasiswa pria ini merasa terganggu dengan pendekatan mereka yang gencar. "Korban menyatakan ke luar, namun diancam, ancamannya sampai nyawa. Kami sempat susah menanganinya, tapi untung sekarang sudah baik."

FKDF jelas Elni, punya sikap tegas, mendukung segala upaya untuk memberantas NII di Unpad. Selain melakukan monitoring, juga melakukan penguatan akidah. Tak ketinggalan melakukan pendampingan kepada para korban. "Kami juga membuka call centre pengaduan korban di nomor 085295293809," tambah dia.
• VIVAnews

Berita Terkait

0 komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

 
Design by IBENKZ TRILOGY © 2011