Tampilkan postingan dengan label Serangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serangga. Tampilkan semua postingan
Jumat, 27 Mei 2011

Jerman Memakai Lebah Untuk Memantau Kondisi Udara

Lebah, madu, dan sarangnya akan dipantau untuk mengetahui tingkat polusi
di kawasan sekitar bandara Schoenefeld, di Berlin, Jerman. (faqs.org)

Bandara internasional Schoenefeld, Berlin, Jerman, berlokasi di kawasan pedesaan di pinggiran kota tersebut. Di kawasan ini, pemerintah Jerman menggelar proyek jangka panjang untuk memantau kualitas udara. Caranya dengan mempelajari kawanan lebah lokal, berikut madu yang mereka hasilkan.

“Pemantauan terhadap madu lebah akan melengkapi sistem kontrol kualitas udara kami,” kata Jochen Heimberg, pejabat yang divisinya bertanggungjawab terhadap lingkungan di sekitar bandara tersebut, seperti dikutip harian Independent, 27 Mei 2011.

Dalam pernyataannya, Heimberg menyebutkan, selain mempelajari madu, pihaknya juga akan memantau lebah dan sarang mereka untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap seputar kondisi udara dan polusi yang terjadi.

Untuk program tersebut, para ilmuwan akan bekerjasama dengan peternak lebah lokal untuk mempelajari bagaimana pengembangan bandara Berlin-Brandenburg mempengaruhi lingkungan sekitarnya.

Sebagai informasi, bandara Schoenefeld, yang pertamakali dibuka pada tahun 1934 di kawasan tenggara kota tersebut saat ini sedang diperluas secara besar-besaran. Nantinya, bandara itu akan menjadi bandara satu-satunya di kota itu setelah bandara Tegel resmi ditutup.
Lebah, madu, dan sarangnya akan dipantau untuk mengetahui tingkat polusi
di kawasan sekitar bandara Schoenefeld, di Berlin, Jerman. (faqs.org)

Bandara internasional Schoenefeld, Berlin, Jerman, berlokasi di kawasan pedesaan di pinggiran kota tersebut. Di kawasan ini, pemerintah Jerman menggelar proyek jangka panjang untuk memantau kualitas udara. Caranya dengan mempelajari kawanan lebah lokal, berikut madu yang mereka hasilkan.

“Pemantauan terhadap madu lebah akan melengkapi sistem kontrol kualitas udara kami,” kata Jochen Heimberg, pejabat yang divisinya bertanggungjawab terhadap lingkungan di sekitar bandara tersebut, seperti dikutip harian Independent, 27 Mei 2011.

Dalam pernyataannya, Heimberg menyebutkan, selain mempelajari madu, pihaknya juga akan memantau lebah dan sarang mereka untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap seputar kondisi udara dan polusi yang terjadi.

Untuk program tersebut, para ilmuwan akan bekerjasama dengan peternak lebah lokal untuk mempelajari bagaimana pengembangan bandara Berlin-Brandenburg mempengaruhi lingkungan sekitarnya.

Sebagai informasi, bandara Schoenefeld, yang pertamakali dibuka pada tahun 1934 di kawasan tenggara kota tersebut saat ini sedang diperluas secara besar-besaran. Nantinya, bandara itu akan menjadi bandara satu-satunya di kota itu setelah bandara Tegel resmi ditutup.

Selasa, 03 Mei 2011

10 Serangga yang Paling Beracun di Dunia

Kita sering Mengira bahwa serangga hanya dapat melukai diri kita dengan gigitannya yang tak memiliki tingkat berbahaya namun apakah kita tahu bahwa gigitan serangga ada yang memiliki racun yang sangat berbahaya.Oleh karena itu world of mystery akan memberi informasi tentang serangga yang beracun agar kita lebih berhati-hati dalam kehidupan sehari-hari.
Inilah 10 serangga yang memiliki racun atau yang lebih spesifiknya lagi serangga yang paling beracun di dunia

10.Fire Ants

fire ant menyebakan paling banyak gigitan dan kematian di antara jenis semut lainnya..sekitar 20 kematian di dunia
sengatan nya menyebabkan kita merasa seperti kena bakar,pembengkakan yg sakit,dan bisa mati kalo ada reaksi allergi.
Ditemukan di Asia,Amerika,Eropa

9.KillerBee

Killerbee menyebabkan serangga yg paling banyak membunuh nomor 2.(nomor 1 nya nyamuk).Sekitar 600 kematian pertahun di dunia.Kalo di USA nya sendiri,100 org mati.Lebah paling AGRESIF
jika di sengat,terjadi pembengkakan yg sakit,bisa mati karena reaksi alergi,dan mungkin sesak napas.
Di temukan di Amerika Utara,Amerika Selatan

8.Yellow Jacket

Tawon paling AGRESIF.Menyebabkan kasus gigitan paling banyak di antara tawon.
Jika di sengat menyebabkan,kemerah-merahan,gatal-gatal,pembengkakan di kulit yg menyakitkan,bisa mati karena reaksi alergi.
di temukan di Amerika Utara

7.Centipede

Kelabang paling berbisa diantara species kelabang yg lain.
jika di sengat,bisa gatal-gatal,pembengkak-an dan reaksi alergi,gagal ginjal ,perhentian jantung bisa terjadi dan menyebabkan kematian.
di temukan di Amerika Selatan

6.Western Honeybee

Lebah paling BERBISA,tapi kurang agresif dan jarang menyeran di bandingkan dengan Africanized Honeybee (killerbee)
jika di sengat :Gatal-gatal,bengkak,kemerah-merahan,mati jika ada reaksi alergi
di temukan di Eropa

5.Paper Wasp

Tawon paling BERBISA dan menyebabkan kematian paling banyak di antara tawon yang lain.Sekitar 30 kematian di dunia.
Jika di sengat:Kemerah-merahan,gatel-gatel,bengkak,bisa juga kena diare,panas,kejang-kejang,gagal ginjal.Bisa mati jika alergi.
di temukan di Amerika Utara,Eropa

4.Giant Japanese Hornet

Serangga bersayap paling BERBISA.Menyuntikkan racun paling banyak dalam satu sengat-an.
Jika di sengat:Pembengkakan yg luar biasa sakitnya di kulit dan bisa nge-Dissolve kulit manusia.Bisa mati karena reaksi alergi.Karena efek racun,bisa menyebabkan kegagalan pernapasan.
Di temukan di Jepang,Korea,China,Taiwan,Sri Lanka,India

3.Red Harvester

salah satu semut paling BERBISA!tapi kurang agresif dibandingkan Fire Ants.Hanya pernah di temukan di USA.
Jika di sengat:Pembengkak-an yang sangat sakit di kulit.Bisa mati karena reaksi alergi.

2.Lonomia Caterpillar

Ulat paling BERBISA di dunia!!Dan serangga paling BERBISA di dunia nomor 2!!!
Jika di Sengat:Gatal gatal jika di pegang,pembengkak-an yang menyakitkan,muntah-muntah dan demam.Bisa juga pendarahan termasuk pendarahan otak dan gagal ginjal.Bisa mati karena Pendarahan yg besar.
Di temukan di Amerika Selatan

1.Yellow Harvester Ant

nama lainnya adalah Maricopa Harvester Ant.
yup,kecil dan keliatan-nya tak berbahaya.Tapi ini serangga paling BERBISA!
Dengan test LD50 nya yg paling rendah!
hanya di temukan di Arizona dan USA
Jika di gigit:Pembengka-kan yang sangat sakit.Bisa mati jika ada reaksi alergi.1 sengat-an bisa membunuh tikus dengan berat 2kg

Sumber: Kaskus.us
Kita sering Mengira bahwa serangga hanya dapat melukai diri kita dengan gigitannya yang tak memiliki tingkat berbahaya namun apakah kita tahu bahwa gigitan serangga ada yang memiliki racun yang sangat berbahaya.Oleh karena itu world of mystery akan memberi informasi tentang serangga yang beracun agar kita lebih berhati-hati dalam kehidupan sehari-hari.
Inilah 10 serangga yang memiliki racun atau yang lebih spesifiknya lagi serangga yang paling beracun di dunia

10.Fire Ants

fire ant menyebakan paling banyak gigitan dan kematian di antara jenis semut lainnya..sekitar 20 kematian di dunia
sengatan nya menyebabkan kita merasa seperti kena bakar,pembengkakan yg sakit,dan bisa mati kalo ada reaksi allergi.
Ditemukan di Asia,Amerika,Eropa

9.KillerBee

Killerbee menyebabkan serangga yg paling banyak membunuh nomor 2.(nomor 1 nya nyamuk).Sekitar 600 kematian pertahun di dunia.Kalo di USA nya sendiri,100 org mati.Lebah paling AGRESIF
jika di sengat,terjadi pembengkakan yg sakit,bisa mati karena reaksi alergi,dan mungkin sesak napas.
Di temukan di Amerika Utara,Amerika Selatan

8.Yellow Jacket

Tawon paling AGRESIF.Menyebabkan kasus gigitan paling banyak di antara tawon.
Jika di sengat menyebabkan,kemerah-merahan,gatal-gatal,pembengkakan di kulit yg menyakitkan,bisa mati karena reaksi alergi.
di temukan di Amerika Utara

7.Centipede

Kelabang paling berbisa diantara species kelabang yg lain.
jika di sengat,bisa gatal-gatal,pembengkak-an dan reaksi alergi,gagal ginjal ,perhentian jantung bisa terjadi dan menyebabkan kematian.
di temukan di Amerika Selatan

6.Western Honeybee

Lebah paling BERBISA,tapi kurang agresif dan jarang menyeran di bandingkan dengan Africanized Honeybee (killerbee)
jika di sengat :Gatal-gatal,bengkak,kemerah-merahan,mati jika ada reaksi alergi
di temukan di Eropa

5.Paper Wasp

Tawon paling BERBISA dan menyebabkan kematian paling banyak di antara tawon yang lain.Sekitar 30 kematian di dunia.
Jika di sengat:Kemerah-merahan,gatel-gatel,bengkak,bisa juga kena diare,panas,kejang-kejang,gagal ginjal.Bisa mati jika alergi.
di temukan di Amerika Utara,Eropa

4.Giant Japanese Hornet

Serangga bersayap paling BERBISA.Menyuntikkan racun paling banyak dalam satu sengat-an.
Jika di sengat:Pembengkakan yg luar biasa sakitnya di kulit dan bisa nge-Dissolve kulit manusia.Bisa mati karena reaksi alergi.Karena efek racun,bisa menyebabkan kegagalan pernapasan.
Di temukan di Jepang,Korea,China,Taiwan,Sri Lanka,India

3.Red Harvester

salah satu semut paling BERBISA!tapi kurang agresif dibandingkan Fire Ants.Hanya pernah di temukan di USA.
Jika di sengat:Pembengkak-an yang sangat sakit di kulit.Bisa mati karena reaksi alergi.

2.Lonomia Caterpillar

Ulat paling BERBISA di dunia!!Dan serangga paling BERBISA di dunia nomor 2!!!
Jika di Sengat:Gatal gatal jika di pegang,pembengkak-an yang menyakitkan,muntah-muntah dan demam.Bisa juga pendarahan termasuk pendarahan otak dan gagal ginjal.Bisa mati karena Pendarahan yg besar.
Di temukan di Amerika Selatan

1.Yellow Harvester Ant

nama lainnya adalah Maricopa Harvester Ant.
yup,kecil dan keliatan-nya tak berbahaya.Tapi ini serangga paling BERBISA!
Dengan test LD50 nya yg paling rendah!
hanya di temukan di Arizona dan USA
Jika di gigit:Pembengka-kan yang sangat sakit.Bisa mati jika ada reaksi alergi.1 sengat-an bisa membunuh tikus dengan berat 2kg

Sumber: Kaskus.us

Capung Langka Padang Pasir Muncul di Inggris


Vagrant Emperor, capung langka yang hidup di gurun pasir. (falmouthpacket.co.uk)
 
Udara panas yang melanda Inggris ternyata membawa ‘penumpang’ yang tidak diharapkan sebelumnya. Di kota Penryn, di bagian selatan Inggris ditemukan sejumlah capung langka yang umumnya hidup di kawasan gurun pasir yang panas.

Capung bernama Vagrant Emperor itu umumnya berkembang biak di gurun Sahara. Kemungkinan, ia tertiup sedemikian jauh, hingga lebih dari 3000 kilometer oleh hembusan angin dari badai kencang yang terjadi di padang pasir.

Larva capung ini juga berhasil tumbuh besar dengan cepat dan pemunculan serangga terbang berwarna coklat itu menarik perhatian. Salah satu alasannya, seperti dikutip dari Falmouth Packet, 2 Mei 2011, pada periode yang sama, capung asli Inggris belum tumbuh dewasa.

Sebelum ini, Emperor merupakan satu-satunya spesies capung yang ditemukan di Islandia dan diketahui telah menyebrangi samudera Atlantik dan mencapai kepulauan Karibia.

Disebutkan, seekor capung padang pasir ditemukan sedang beristirahat di kawasan Penryn pada 16 April lalu. Penampakan seekor Vagrant Emperor juga terjadi sehari sebelumnya di kawasan Plymouth, sekitar 73 kilometer dari Penryn. Namun ketika itu capung yang ditemukan berjenis kelamin jantan.

Capung jantan dan betina dari spesies itu memiliki warna coklat. Pejantan dapat dibedakan dengan adanya bagian berwarna biru terang di dekat bagian berut, tepat di sisi kedua sayapnya.
• VIVAnews

Vagrant Emperor, capung langka yang hidup di gurun pasir. (falmouthpacket.co.uk)
 
Udara panas yang melanda Inggris ternyata membawa ‘penumpang’ yang tidak diharapkan sebelumnya. Di kota Penryn, di bagian selatan Inggris ditemukan sejumlah capung langka yang umumnya hidup di kawasan gurun pasir yang panas.

Capung bernama Vagrant Emperor itu umumnya berkembang biak di gurun Sahara. Kemungkinan, ia tertiup sedemikian jauh, hingga lebih dari 3000 kilometer oleh hembusan angin dari badai kencang yang terjadi di padang pasir.

Larva capung ini juga berhasil tumbuh besar dengan cepat dan pemunculan serangga terbang berwarna coklat itu menarik perhatian. Salah satu alasannya, seperti dikutip dari Falmouth Packet, 2 Mei 2011, pada periode yang sama, capung asli Inggris belum tumbuh dewasa.

Sebelum ini, Emperor merupakan satu-satunya spesies capung yang ditemukan di Islandia dan diketahui telah menyebrangi samudera Atlantik dan mencapai kepulauan Karibia.

Disebutkan, seekor capung padang pasir ditemukan sedang beristirahat di kawasan Penryn pada 16 April lalu. Penampakan seekor Vagrant Emperor juga terjadi sehari sebelumnya di kawasan Plymouth, sekitar 73 kilometer dari Penryn. Namun ketika itu capung yang ditemukan berjenis kelamin jantan.

Capung jantan dan betina dari spesies itu memiliki warna coklat. Pejantan dapat dibedakan dengan adanya bagian berwarna biru terang di dekat bagian berut, tepat di sisi kedua sayapnya.
• VIVAnews

Minggu, 01 Mei 2011

Kenapa Lalat Sulit Dipukul ?


bambang-gene.blogspot.com
Berapa kali Anda berhasil memukul lalat dengan tangan? Sulit bukan? Rahasia di balik kemampuan tersebut kini telah diketahui penjelasannya.

Selama 20 tahun meneliti biomekanika sayap lalat, Michael Dickinson dari Institut Teknologi California (Caltech) baru memecahkannya sekarang. Itu pun karena dia selalu penasaran terhadap pertanyaan yang sederhana dan sering dilontarkan banyak orang yang ditemuinya.

"Sekarang saya punya jawabannya," ujar Dickinson yang melakukan penelitian bersama Esther M dan Abe M Zarem. Ia menemukan rahasia tersebut setelah merekam manuver sejumlah lalat yang terancam pukulan menggunakan kamera digital yang dapat merekam dengan kecepatan dan resolusi tinggi.Mereka menemukan bahwa lalat dapat mengenali ancaman berdasarkan lokasi. Otanya akan menghitung seberapa jauh ancaman terhadapnya sebelum memutuskan untuk mengepakkan sayap dan kabur.

Setelah memprediksi arah ancaman, kakinya bertumpu untuk terbang ke arah yang berlawanan. Semua persiapan meloloskan diri dapat dilakukannya dengan sangat cepat, hanya 100 milidetik setelah ia mendeteksi adanya bahaya.

"Ini menunjukkan begitu cepatnya otak lalat memproses informasi sensorik menjadi respons gerakan yang sesuai," ujar Dickinson. Bahkan, lalat mengatur postur tubuhnya sesuai besar ancaman.

Artinya, lalat telah mengintegrasikan dengan baik antara informasi visual dari mata dan informasi metasensorik di kakinya. Temuan ini memberikan petunjuk mengenai sistem saraf lalat dan menunjukkan bahwa di otaknya terdapat sistem pemetaan posisi ancaman.

"Ini sebuah transformasi rangsangan menjadi gerakan yang sedikit kompleks dan penelitian berikutnya mencari bagian otak yang mengaturnya," ujarnya.

Dari sistem tersebut, Dickinson juga dapat menyarankan cara paling efektif memukul lalat. Menurutnya, waktu terbaik memukul lalat bukan saat posisinya siap terbang sehingga waktu yang dibutuhkannya untuk mengantisipasi ancaman tersebut relatif lebih lama. Tentu tak mudah melakukan gerakan akurat kurang dari 100 milidetik.


bambang-gene.blogspot.com
Berapa kali Anda berhasil memukul lalat dengan tangan? Sulit bukan? Rahasia di balik kemampuan tersebut kini telah diketahui penjelasannya.

Selama 20 tahun meneliti biomekanika sayap lalat, Michael Dickinson dari Institut Teknologi California (Caltech) baru memecahkannya sekarang. Itu pun karena dia selalu penasaran terhadap pertanyaan yang sederhana dan sering dilontarkan banyak orang yang ditemuinya.

"Sekarang saya punya jawabannya," ujar Dickinson yang melakukan penelitian bersama Esther M dan Abe M Zarem. Ia menemukan rahasia tersebut setelah merekam manuver sejumlah lalat yang terancam pukulan menggunakan kamera digital yang dapat merekam dengan kecepatan dan resolusi tinggi.Mereka menemukan bahwa lalat dapat mengenali ancaman berdasarkan lokasi. Otanya akan menghitung seberapa jauh ancaman terhadapnya sebelum memutuskan untuk mengepakkan sayap dan kabur.

Setelah memprediksi arah ancaman, kakinya bertumpu untuk terbang ke arah yang berlawanan. Semua persiapan meloloskan diri dapat dilakukannya dengan sangat cepat, hanya 100 milidetik setelah ia mendeteksi adanya bahaya.

"Ini menunjukkan begitu cepatnya otak lalat memproses informasi sensorik menjadi respons gerakan yang sesuai," ujar Dickinson. Bahkan, lalat mengatur postur tubuhnya sesuai besar ancaman.

Artinya, lalat telah mengintegrasikan dengan baik antara informasi visual dari mata dan informasi metasensorik di kakinya. Temuan ini memberikan petunjuk mengenai sistem saraf lalat dan menunjukkan bahwa di otaknya terdapat sistem pemetaan posisi ancaman.

"Ini sebuah transformasi rangsangan menjadi gerakan yang sedikit kompleks dan penelitian berikutnya mencari bagian otak yang mengaturnya," ujarnya.

Dari sistem tersebut, Dickinson juga dapat menyarankan cara paling efektif memukul lalat. Menurutnya, waktu terbaik memukul lalat bukan saat posisinya siap terbang sehingga waktu yang dibutuhkannya untuk mengantisipasi ancaman tersebut relatif lebih lama. Tentu tak mudah melakukan gerakan akurat kurang dari 100 milidetik.

Diberdayakan oleh Blogger.

 
Design by IBENKZ TRILOGY © 2011