Kamis, 28 Juli 2011

Timnas Waspadai Kebangkitan Turkmenistan


Pelatih Wim Rijsbergen dan asisten pelatih Rahmad Darmawan

Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Rahmad Darmawan meminta para pemainnya mewaspadai kebangkitan Turkmenistan saat kedua tim bertemu, Kamis, 28 Juli 2011. Menurut Rahmad, tim lawan berpotensi tampil mengejutkan saat berlaga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) nanti.

Indonesia berhasil meraih hasil imbang saat bertandang ke kandang Turkmenistan pada leg pertama Pra Piala Dunia Zona Asia 2014, Rabu, Sabtu, 23 Juli lalu. Duel yang digelar di Ashgabat ini berakhir seri 1-1.

Meski demikian, Rahmad meminta para pemainnya untuk tidak anggap remeh kekuatan tim Turkmenistan. Terlebih di leg pertama, kekuatan tim lawan tidak terlalu kelihatan di leg pertama akibat buruknya lapangan.

"Kami akan menyiapkan bentuk permainan yang harus menyeimbangkan antara lini pertahanan dan lini depan. Karena lawan tentu sangat termotivasi mengejutkan di lapangan," ujar Rahmad di Stadion GBK, Selasa, 26 Juli 2011.

"Kesempatan memanfaatkan lapangan yang baik (di SUGBK) tidak hanya memberikan keuntungan buat kami saja, lawan juga memiliki kesempatan bermain bagus di lapangan yang bagus," lanjut Rahmad.

Untuk meredam kekuatan lawan, Rahmad meminta timnya untuk mendominasi penguasaan bola. Pelatih Persija Jakarta itu semakin percaya diri karena kondisi kebugaran para pemainnya yang terus membaik dari hari ke hari.

"Kebugaran pemain sudah membaik, dan mudah-mudah dapat dipertahankan hingga pertandingan nanti. Secara umum semua pemain sudah siap kecuali Kurnia Mega yang belum fit," ujar Rahmad.

Hujan Kartu di Leg I
Mengenai hujan kartu yang diterima timnas di laga sebelumnya, Rahmad membatah hal itu disebabkan karena emosi pemainnya yang mudah terpancing.

"Kami melihat lebih kepada agresifitas anak-anak yang diperlihatkan, dan itu memang harus punya resiko. Karena anak-anak harus terun menekan lawan jangan memberikan kesempatan," ujar Rahmad.

"Jadi memang resikonya demikian (hujan kartu). Pada laga nanti, kami akan menjaga keseimbangan bermain dan fokus pertahanan. Karena kami tidak ingin kecolongan," tambahnya.

Ditambahkan Rahmad, di laga sebelumnya timnas lebih cenderung bertahan. Hal ini menyebabkan Boaz Solossa cs sulit untuk membuka peluang.

"Skema kemarin memang Indonesia tidak banyak mendapat peluang, karena kami memperkuat lini belakang. Sehingga kontribusi bola tidak efektif ke depan, Di sisi lainnya, kami harus sering melakukan long pass, karena short pass tidak bisa dengan kondisi lapangan seperti itu," pungkas Rahmad.

Sumber:http://bola.vivanews.com/news/read/236059-timnas-waspadai-kebangkitan-turkmenistan

Berita Terkait

0 komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

 
Design by IBENKZ TRILOGY © 2011